Gadis dan Karma Baiknya

 


Seorang gadis yang dulu terjebak dalam lubang kegelapan. Sangat anti yang terhadap kudung panjang, cadar, dan apapun yang berbau islam. Padahal ia sendiri beragama islam. Dia menyimpang jauh dari syariat islam. Hingga auratnya terbuka menjadi tontonan lawan jenisnya. Suara yang merupakan aurat malah dengan lancarnya keluar dari mulutnya. Mata yang harusnya menunduk, dengan santainya melihat hal yang seharusnya tak boleh ia lihat. Telinganya justru mendengar hal yang tak pantas di dengar. Hingga kebosanan dan kehampaan dalam hidupnya muncul.

Dengan kebetulan, ia akhirnya berjalan mengikuti arus hidupnya hingga datang di hatinya sebuah dentuman yang menenangkan dan menggiringnya hingga menuju sebuah cahaya. Sedikit demi sedikit ia melalui jalan berduri. Luka terus ia dapati di sepanjang jalan, hingga sampailah pada pintu gerbang. Membuka pintu gerbang dengan hati penuh keyakinan. Mulai melangkahkan kakinya, meninggalkan masa lalu yang penuh luka kegelapan menuju masa depan yang penuh cahaya gemilang. 

Ia mendapat karma. Karma yang baik. Apa yang dulu ia benci sekarang menjadi apa yang ia sukai. Dan apa yang ia sukai dulu menjadi apa yang ia benci sekarang. Mulailah ia mencoba merubah hidupnya. Menutup apa yang sepantasnya di tutup. Dan meninggalkan apa yang sepantasnya di tinggalkan. Ia mulai mencari tau tentang agamanya sendiri. Mulai mengislamkan agama islamnya dengan bantuan orang-orang yang semoga Allah merahmati mereka. 

Sekarang ia mengerti ketika bersama mereka yang terus taat beragama, bukannya mereka itu terlalu berlebihan dalam beragama dan bukannya syariat Islam itu berat, tetapi hatilah yang terlalu cinta akan dunia, dan hatilah yang terlalu berat menjalani perintah yang di tetapkan oleh Sang Ilahi. 

Teruslah Istiqomah. Teruslah menjaga diri dengan sebaik-baik penjagaan. Hingga hari panggilan yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba, maka pergilah menghadap Sang Ilahi dengan rasa gembira. Meninggalkan dunia dan harta menuju akhirat dengan tangan kosong tanpa harta sedikitpun. Hanya amal sholeh yang menemani setiap langkah di Hari Kebangkitan.

Maka selagi hidup, berubahlah. Kau tak tau kapan kematianmu datang. Tinggalkanlah karena Allah.



Komentar