Senja semakin lama semakin pergi menjauh
Cahaya jingga yang sangat cerah mulai menghilang
Kini berganti dengan awan hitam yang gelap
disertai suasana yang mencengkam
Hati bertanya,
Di mana warna jingga cerah yang menghiasi langit bumi?
Semua perubahan itu membuat jiwa larut dalam lamunan
Hingga terasa kekhawatiran terus menari-menari
Muncul tanpa memberi pertanda bisikan atau suara
Memberi rasa tidak tenang dan waspada
Suatu hal yang tak seharusnya terpikirkan
Membuat pikiran hanya terfokus padanya
Apa yang harus dikatakan ?
Apa yang harus dilakukan ?
Berdiam diri dalam kesunyian?
Bersembunyi dalam kegelapan?
Menutup mata dan telinga?
Atau mengangkat tangan dan memohon kepada Allah?
Apa yang selama ini menjadi tabir ?
Bukannya menjadi manusia pilihan itu membahagiakan ?
Terpilih di antara ribuan manusia untuk mendapat cahaya hidayah ?
Lantas kenapa khawatir?
Apakah bahagia itu hanya cukup sampai situ ?
Ketika mendapat cahaya satu lantas tak mau melirik cahaya lain?
Kesempatan terbentang lebar
Jalan menuju Jannah-Nya begitu banyak
Lantas kenapa hanya nyaman berdiam di satu jalan?
Apakah karena keraguan?
Selama ini, dimana jiwa-jiwa ini ?
Apa yang telah di lakukan ?
Sehingga was-was syaitan menembus hati-hati
Apa yang telah di perbuat ?
Sehingga membuat jasad malas mengejar jalan baru
Apa yang telah di dengar ?
Sehingga membuat telinga tuli dari mendengar kebaikan
Apa yang telah di lihat ?
Sehingga membuat mata buta dari melihat kebenaran
Maksiat apa yang telah terjadi ?
Sehingga jiwa dan hati terbelenggu
Apakah pantas menikmati rasa nyaman sekarang?
Tanpa mau berlari mengejar ketertinggalan?
Keluar dari zona nyaman
Dan terus mengejar cahaya baru tanpa henti
Hingga tiba panggilan-Nya mengagetkan jasad?
Apakah mau terbelenggu dalam rantai kenikmatan sesaat ini?
Hanya pasrah terjebak oleh belengguh syaitan?
Apakah perubahan itu akan mulai
Jika Allah telah mengirim ujian berat?
Yang meluluh lantakan rasa angkuh dan sombong
Yang menghancurkan jeruji kemalasan
Yang telah berkarat dalam dada?
Coba, tanyakan pada diri sendiri
Coba tanyakan pada hati dan pikiran
Apakah cukup sampai sini?
Atau lanjutkan mengejar cahaya yang lain?

Maasyaa Allah🥺🤧
BalasHapusMasyaaAllah
BalasHapus